Perlu Waspada, Sudah 7 Orang Meninggal Akibat Covid-19 Di Kabupaten Belu

Pemerintah Daerah Terus Menghimbau Masyarakat Waspada Dengan Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Belu Melalui Transmisi Lokal yang sampai saat ini sudah menewaskan 7 Orang. Masyarakat di minta lebih patuh dengan protokol Kesehatan Covid-19.

Perlu Waspada, Sudah 7 Orang Meninggal Akibat Covid-19 Di Kabupaten Belu
Perlu Waspada, Sudah 7 Orang Meninggal Akibat Covid-19 Di Kabupaten Belu
betabutu

Atambua, Seperti dilaporkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Kamis, 21 Januari 2020 terjadi penambahan 27 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Belu. Hal ini juga melengkapi informasi terakhir satu pasien positif virus corona atau COVID-19 di Kabupaten Belu meninggal dunia, pada rabu 20 Januari 2021. Pasien yang sempat menjalani perawatan di RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua itu, telah meninggal dan dikuburkan dengan protokol COVID-19.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Kristoforus M. Loe Mau, SE., saat dikonfirmasi membenarkan meninggalnya pasien dengan gejala Covid-19 di RSUD Atambua. ” Pasien meninggal tadi pagi pukul 08.00 wita. Identitasnya belum disampaikan kepada kita,” ujar Kristoforus.

Meninggalnya pasien ini maka warga Belu yang meninggal akibat wabah Covid bertambah menjadi tujuh orang. Jenasah Covid dimakamkan terpusat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Masmae, Desa Tukuneno Kecamatan Tasifeto Barat. "Memang benar yang kubur di Masmae ada delapan tapi satu pasien yang meninggal di Malaka itu terdata sebagai pasien di sana sehingga pasien meninggal yang terdata di Belu hanya tujuh", tambah Kristoforus.

Sementara itu, Rilis Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Update data monitoring dari wilayah kerja 17 Puskesmas yang tersebar di 12 Kecamatan Kabupaten Belu hingga Rabu, 20 Januari 2021 Pukul 15:00 wita. Warga yang terkonfirmasi Positif, Total 106 Kasus . Yang dirawat dan Sembuh 60 Kasus. Saat Ini terdapat 46 Kasus. Penambahan 28 Kasus pada hari ini. Kecamatan Kota : 7 Kasus dan menjalani Isolasi Mandiri. Kecamatan Atambua Barat 24 Kasus Isolasi Mandiri, Kecamatan Atambua Selatan 10 Kasus isolasi Mandiri, Kecamatan Lasiolat 2 Kasus Isolasi Mandiri, Kecamatan Kakuluk Mesak 1 Kasus Isolasi Mandiri, Kecamatan Tasifeto Barat 1 Kasus Isolasi Mandiri, 1 (satu) Kasus dari Kabupaten TTU diisolasi di RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD.

Sampai dengan hari ini Total Rapid Antigen Reaktif sebanyak 238, sedangkan total SWAB 755 dengan hasil 573 negatif, 106 positif dan 73 Sampel Menunggu Hasil.

Pemerintah Kabupaten Belu terus menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada dengan terus menjalankan pola hidup sehat, menjaga jarak fisik dalam beraktivitas, menghindari kerumunan dan selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun di air mengalir/menggunakan Hand Sanitizer dan wajib menggunakan masker jika beraktivitas di luar rumah serta menjaga imun tubuh.

Bagi warga Kabupaten Belu yang baru pulang dari luar daerah terutama daerah Zona Merah agar melaporkan diri ke Posko Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu atau melalui call center 081238654568 yang aktif 24 jam untuk selanjutnya mengikuti arahan petugas termasuk mengisolasi diri. (CENA)