Peringatan Hari Pers Nasional Dalam Era Digital Dan Bangkit Dari Pandemi Covid-19

Peringatan Puncak Hari Pers Nasional dilaksanakan dalam kondisi Pandemi Covid-19 yang sedang melanda Indonesia di harapkan dapat membangun optimisme serta dapat membentuk insan pers yang bertanggung jawab dalam mengabarkan informasi yang jauh dari berita hoax.

Peringatan Hari Pers Nasional Dalam Era Digital Dan Bangkit Dari Pandemi Covid-19
Presiden RI Joko Widodo, saat menyampaikan kata sambutannya dalam memperingati puncak Hari Pers Nasional, yang di siarkan secara daring dari Istana Negara. (09/02/2021). Foto : Biro Setpres RI
Peringatan Hari Pers Nasional Dalam Era Digital Dan Bangkit Dari Pandemi Covid-19
betabutu

Jakarta, Setiap tanggal 09 Februari insan Pers di tanah air merayakan hari pers nasional, sekaligus juga merayakan hari ulang tahun persatuan wartawan Indonesia. Penetapan hari Pers Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 5 tahun 1985, saat itu di tetapkan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 23 Januari 1985. Ironi memang di saat Orde Baru dimana kebebasan Pers kebanyakan di bungkam oleh penguasa saat itu. Tidak sedikit media pers yang dibredel oleh pemerintah dan di tuduh berhaluan kiri atau dicap subversif terhadap kekuasaan.

Sejarah panjang hari Pers Nasional (HPN) Sebelum ditetapkan resmi oleh pemerintah, Hari Pers Nasional diperingati pertama kali pada 9 Februari 1981 bertepatan dengan ulang tahun PWI ke-35. Peringatan tersebut dipusatkan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, bersamaan dengan Konferensi Kerja PWI tanggal 9-11 Februari 1981. Pada era Orde Baru, PWI merupakan satu-satunya organisasi wartawan yang diakui pemerintah. Hal tersebut dikukuhkan dalam Peraturan Menteri Penerangan Nomor 2 Tahun 1984.

PWI sendiri bukanlah satu-satunya organisasi wartawan yang pernah ada di Indonesia. Pada masa pemerintahan Kolonial Belanda, pernah ada Inlandsche Journalisten Bond (IJB) yang berdiri pada 1914 di Surakarta. Selain itu, ada pula Sarekat Journalists Asia yang lahir tahun 1925, Perkumpulan Kaoem Journalists pada 1931, dan Persatoean Djurnalis Indonesia yang dideklarasikan tahun 1940. Setelah kemerdekaan, terbentuk Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 9 Februari 1946.

Pada puncak HPN yang diselenggarakan di Jakarta yang disiarkan secara daring dari Istana Negara oleh Presiden RI saat ini, Joko Widodo, dalam sambutannya beliau menyatakan "Menghadapi tantangan sulit pandemi ini, insan pers tetap di garis terdepan mengabarkan situasi dan jadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, menjaga optimisme dan menjaga harapan. Saya juga menyadari insan pers Indonesia juga menghadapi masa-masa sulit terimbas pandemi, tapi tetap bertanggung jawab sebagai penjernih informasi di tengah lautan berita di masyarakat. Selain menjadi suluh untuk informasi tentang Covid-19, pers menjadi ruang diskusi dan kritik untuk penanganan dampak pandemi yang lebih baik. Mari bersama membangun harapan dan optimisme untuk mewujudkan keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 beserta dampaknya."

Selain itu Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menilai pers adalah bagian dari perkembangan suatu bangsa. Dimana pers tidak hanya berfungsi sebagai  pilar keempat demokrasi, tapi juga menjadi sarana reproduksi gagasan. Hal itu disampaikan Anis Matta dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021.  "Pers adalah bagian dari perkembangan suatu bangsa. Tidak hanya sebagai pilar keempat demokrasi tapi juga menjadi sarana reproduksi gagasan," kata Anis Matta dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/2/2021).

Di tengah gambaran yang suram  tersebut, Anis Matta berharap pers tetap memberikan pencerahan kepada masyarakat dengan tetap memberikan sajian informasi yang akurat dan berbobot. "Harapan ada pada para pejuang pers Indonesia yang telah bekerja keras menghasilkan informasi yang akurat, bermutu, dan membawa pencerahan bagi masyarakat," katanya. Anis Matta menegaskan, pada dasarnya pers Indonesia berkualitas  dan meneguhkan kebenaran. "Pada dasarnya manusia mencintai kebenaran. Dan di di situlah harapan hadirnya pers yang berkualitas. Selamat Hari Pers Nasional. Gelorakan semangat Indonesia!" pungkas Anis Matta.

Puncak acara HPN 2021  dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta. Peringatan HPN 2021  mengusung tema ‘Bangkit dari Pandemi, Jakarta Gerbang Pemulihan Ekonomi, Pers sebagai Akselerator Perubahan’. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat sekaligus penanggung jawab Hari Pers Nasional 2021 Atal S Depari menyampaikan pers nasional menghadapi krisis eksistensi akibat disrupsi digital. "Masalah lain yang dihadapi pers nasional adalah krisis eksistensi akibat disrupsi digital," ujar Atal S Depari, dalam pidatonya di peringatan Hari Pers Nasional 2021, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (9/2/2021).

Atal mengatakan tekanan disrupsi muncul bersamaan semakin kuatnya penetrasi bisnis perusahaan platform digital Indonesia dan dunia. Perkembangan pesat media sosial, mesin pencari dan situs e-commerce mengguncang daya hidup media konvensional, cetak, radio, dan televisi. Menurut dia, platform digital semakin mendominasi ranah media, semakin berpengaruh terhadap kehidupan publik, mendapat iklan, dan menggeser kedudukan media massa konvensional. Dia menyampaikan platform digital harus bertanggung jawab atas konten yang disebarkan serta harus menjadi subyek hukum atas kasus-kasus hoaks.

Ucapan Selamat HPN juga datang dari Kapolri, dalam sebuah tayangan video beliau mengungkapkan, "Saya Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., selaku Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) mengucapkan selamat Hari Pers Nasional tahun 2021. Semoga Pers senantiasa menjadi garda terdepan dalam mencerahkan masyarakat sebagai pilar keempat demokrasi serta membantu Polri dalam menangkal timbulnya hoax dan ujaran kebencian yang mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara."

Selanjutnya Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir juga turut menyampaikan ucapan selamat kepada insan pers nasional dengan mengatakan, HPN merupakan momentum bersejarah untuk mencerdaskan sekaligus menjadi media check and balances dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Dalam usaha mencerdaskan bangsa, fungsi pers, yaitu media cetak, televisi, radio, dan kini media online, niscaya menjadi pranata sosial yang mengedukasi elite dan warga bangsa agar menjadi insan yang berpikir jernih, objektif, moderat, cerdas, beretika, dan berdaya kritis,” ujar Haedar Nashir.

Selain itu Haedar Nashir mengingatkan, “Pers Indonesia bersama-sama komponen bangsa dituntut hadir menegakkan kebenaran, keadilan, kedamaian, persatuan, dan kemajuan bagi bangsa dan negara. Seraya menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat meresahkan, memecah persatuan, dan konflik antar komponen bangsa. Fungsi integrasi sosial sangat diharapkan dari pers Indonesia saat ini,” katanya.

Musuh terbesar dunia pers saat ini, khususnya pers siber, menurut beliau, melalui jalur media sosial ialah para pendengung media sosial alias buzzer yang tidak bertanggung jawab kebangsaan yang cerdas dan berkeadaban mulia. Pers harus mewaspadai buzzer yang berpotensi mengusik kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak terbawa suasana yang kontroversial sehingga menjurus ke konflik sosial.

Akhir Kata Betabutu News sebagai media online yang lahir di era Pandemi Covid-19, sebagai bagian dari media pemberitaan yang profesional dan bertanggung jawab, kami berusaha netral jauh dari kepentingan-kepentingan kekuasaan dan kaum kapitalis, bahkan kami berusaha tidak hanyut dalam lingkaran kaum pengkritik kebijakan pemerintah namun miskin solusi. Intinya sesuai dengan makna dan tema HPN tahun 2021 ini yaitu ‘Bangkit dari Pandemi, Jakarta Gerbang Pemulihan Ekonomi, Pers sebagai Akselerator Perubahan’. Mari Kita sama-sama menjadi agen perubahan dan bangkit dari krisis akibat Pandemi Covid-19 dengan memberikan solusi yang bertanggung jawab. Sebagai penutup PT. Mega Tech Indokomputama sebagai pengelola Media Online Betabutu News beserta seluruh staff dan jajaran wartawannya mengucapkan "Selamat Hari Pers Nasional 2021 kepada semua Insan Pers Indonesia".(HUD)