Menghadapi Bencana Hidrometeorologi Pemerintah Provinsi NTT Diminta Perkuat Koordinasi

Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT Yunus Takandewa meminta Pemerintah Provinsi NTT perkuat koordinasi dengan dinas, dan badan penanggulangan bencana dalam menghadapi cuaca buruk sepekan kedepan.

Menghadapi Bencana Hidrometeorologi Pemerintah Provinsi NTT Diminta Perkuat Koordinasi
Jembatan Benenai Kabupaten Malaka Yang Hampir Roboh di terjang banjir bandang. (03/04/2021)
Menghadapi Bencana Hidrometeorologi Pemerintah Provinsi NTT Diminta Perkuat Koordinasi
betabutu

Kupang, Ditengah perayaan Jumat Agung dan hari raya Paskah kita dikejutkan dengan cuaca yang tidak menentu. Sebagaimana rilis BMKG sebagai Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) memperkirakan terdapat potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat sampai sangat lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. dalam periode sepekan ke depan di sebagian wilayah Indonesia termasuk Nusa Tenggara Timur bahkan diberi sinyal dengan kategori “Siaga”. Terhadap bencana hidrometeorologi yang dapat ditimbulkannya seperti tanah longsor, banjir bandang, genangan air, dan pohon tumbang.

Baca Juga : Waspada Iklim La-Nina Musim Kemarau Panjang Dan Curah Hujan Tinggi

Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT, Yunus Takandewa, kepada Betabutu News menuturkan bahwa hasil koordinasi dengan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi NTT, per hari ini 8 kabupaten (Malaka, Kabupaten kupang, Lembata, Ende, Sikka, Manggarai Timur, Sabu Raijua dan Kota Kupang)  yang terdampak langsung dan hasil media monitoring, seperti: alih landing pesawat di bandara Eltari ke Bandara Sultan Hasanudin, Makassar. Meski otoritas bandara tidak menutup penerbangan namun berakibat sejumlah penerbangan tertunda.

Baca Juga : Pemerintah Kabupaten TTU Dianggap Belum Siaga Mitigasi Bencana

Dari Ende dilaporkan akibat angin kencang 1 Perahu tenggelam mengakibatkan seorang balita meninggal dunia. Hujan berkepanjangan terdampak di Kabupaten Malaka, derasnya arus air yang mengakibatkan banjir bandang di sekitar Sungai Benenain di wilayah Kecamatan Malaka Barat. Bencana alam banjir juga melanda Desa Motaulun, Desa Naas dan Umatoos akibat luapan air sungai Benenain dan jebolnya tanggul. Dan berdasarkan hasil pantauan terakhir Jembatan benenain nyaris roboh dan putus sehingga praktis akses jalan ke Malaka lumpuh total dan hal ini berakibat penyaluran bantuan dan supply sembako serta obat-obatan medis di perkirakan akan terganggu.

Demikian halnya Kota Kupang tak luput selain beberapa vidio kiriman netizen, terdampak paling parah dari meluapnya air ke badan jalan adalah Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTT. Rumah Sakit ini terendam air dari badan jalan yang berada tepat di depan pintu gerbang masuk rumah sakit hingga ke ruangan pasien rawat inap.

Untuk itu, Ketua Komisi V DPRD NTT, Yunus Takandewa, meminta pemerintah khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah provinsi Nusa Tenggara Timur agar meningkatkan kewaspadaan. Perkuat koordinasi, dengan menghidupkan posko-posko bencana. Kerahkan semua kekuatan, termasuk bantuan kepada wilayah terdampak, seperti evakuasi dan penyaluran bantuan logistik. Pantau dan bantu masyarakat di bibir pantai, akibat dampak banjir Rob, daerah DAS maupun pemukiman warga yang kini tengah menerima dampak serius tutup Yunus (STL)