Emanuel Kolfidus Reses Kunjungi Warga Bola Serap Aspirasi

Anggota DPRD Provinsi NTT Emanuel Kolfidus reses Kunjungi Dapil, Warga Bola di Kabupaten Sikka Minta Awasi Proyek Jalan Waipare - Bola.

Emanuel Kolfidus Reses Kunjungi Warga Bola Serap Aspirasi
Anggota DPRD Provinsi NTT Emanuel Kolfidus beraudensi dengan masyarakat dusun Ian, Desa Bola, saat melakukan kunjungan reses. (28/03/2021). Foto : Stevend Lelangwayan
betabutu

Maumere, Warga Dusun Ian, Desa Bola, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur minta Anggota DPRD Provinsi NTT dari Fraksi PDI Perjuangan, Emanuel Kolfidus  untuk memperkuat fungsi pengawasan dengan mengawasi secara baik pengerjaan jalan provinsi. Hal ini disampaikan saat Emanuel Kolfidus yang biasa disapa EK melakukan reses di Dusun Ian, Desa Bola, pada Minggu 28 Maret 2021.

Yohannes Vianey warga Desa Bola saat sesi dialog ia meminta agar EK mengawasi pekerjaan jalan Waipare - Bola agar dikerjakan dengan serius dan kuat. "Kami minta Bapak awasi pekerjaan jalan supaya kuat. Jangan sampai kerja hari ini, bulan depan sudah mulai rusak," Pungkasnya mewakili warga yang hadir. Lanjut Vianey Kami juga minta supaya proyek jalan itu sekaligus dengan saluran air, karena percuma hanya kerja jalan, tanpa saluran, nanti kalau hujan banjir, air mengalir di badan jalan bukan di saluran air. Kalau tidak ada saluran, pasti tidak lama jalan rusak lagi tutupnya.

Mendengar itu, EK menyanggupi untuk melakukan pengawasan dengan baik karena pengawasan adalah satu fungsi utama DPRD. "Pasti saya awasi karena itu salah satu kerja kami, selain anggaran dan buat Perda," tandas EK. 

Ketua Bapemperda DPRD NTT ini bersedia berkoordinasi dengan Dinas PU Provinsi dan nanti kontraktor pelaksana dan kontraktor pengawas untuk memperhatikan kualitas proyek, apakah jalan ataupun proyek lainnya. Kita harus belajar seperti di daerah lain atau di negara lain, kalau kerja jalan bertahan puluhan tahun. Ini kebiasaan baru yang harus mulai dipraktikkan.

Selain soal pembangunan infrastruktur jalan, warga juga minta adanya pelatihan oleh pemerintah untuk masyarakat dalam berusaha. Pemerintah sudah baik, kasih banyak bantuan sosial (bansos), tapi supaya kami mandiri, tolong buat pelatihan-pelatihan untuk ekonomi kreatif.

Di Dusun Ian Desa Bola, terdapat tujuh kelompok masyarakat, antara lain kelompok tani dan kelompok tenun ikat. Mendengar semua aspirasi, EK menyatakan bahwa dia tidak berjanji tapi dia sudah mendengar dengan baik, dan akan menjadi dasar dalam perjuangan di DPRD NTT. Reses di Kecamatan Bola Desa Bola Dusun IAN turut hadir Kepala Desa Bola Klemensia, dan pengurus BPD Desa Bola, peserta yang hadir 46 warga di Dusun IAN.

Ada hal menarik juga disampaikan oleh Orang muda Dusun IAN saudara Yoseph, mengharapkan Emanuel Kolfidus kiranya membangun komunikasi dengan pihak perbankan supaya di Kecamatan Bola ada ATM, karena perputaran uang di kecamatan Bola sangat tinggi, kami mau ambil uang harus turun ke geliting dan harus rugi uang ojek. Menanggapi hal menarik ini EK pada kesempatan itu menyampaikan bahwa akan membangun kemitraan dengan pihak Perbankan, kiranya usulan tersebut dapat terwujud. (STL)