Anak Muda Lewomada Berdayakan Potensi Wisata Laut Tumbuhkan Peluang Pasar

Pariwisata Laut jadi sektor kunci dalam menggerakkan perekonomian masyarkat pesisir khususnya anak masa kini dan generasi selajutnya.

Anak Muda Lewomada Berdayakan Potensi Wisata Laut Tumbuhkan Peluang Pasar
Bupati Sikka Saat Meninjau Hasil Olahan Ikan Warga Desa Lewomada Di Sela-sela Acara Peresmian Lokasi Wisata Hi,a Beach. (27/10/2020), Foto : Dok. APPeK
Anak Muda Lewomada Berdayakan Potensi Wisata Laut Tumbuhkan Peluang Pasar
Anak Muda Lewomada Berdayakan Potensi Wisata Laut Tumbuhkan Peluang Pasar
Anak Muda Lewomada Berdayakan Potensi Wisata Laut Tumbuhkan Peluang Pasar
betabutu

Maumere, Bengkel APPeK NTT (Advokasi Pemberdayaan dan Pengembangan Kampung) Melalui Program Produksi dan Konsumsi Ikan secara Berkelanjutan Kerja Sama Yayasan Plan Internasional, Kopernik dan Uni Eropa. Sasaran Program Ini adalah Anak Muda Laki-laki dan Perempuan berumur 15-29 tahun dengan kategori Putus sekolah, buruh migran, kaum difabel, dan tidak sedang sekolah khususnya di Wilayah pesisir pantai, yang fokus pada sektor pengolahan perikanan dan kelautan saat ini ada di 3 Kabupaten Nagekeo, Lembata, dan Sikka.

Tujuan dari program ini adalah Menciptakan lapangan kerja bagi anak muda pada sektor perikanan dan kelautan dengan memanfaatkan potensi diri dan memanfaatkan sumberdaya alam secara berkelanjutan. “Karena itu Sejak 2018 Tim program ini sudah bersama komunitas anak muda Lewomada berperan secara aktif dalam mendesain dan menata lokasi wisata Hi’a Beach Lewomada untuk mendorong wisata kuliner serba ikan." ungkap Vinsen Bureni Selaku Koordinator Umum.

Baca Juga : Bupati Sikka Resmikan Objek Wisata Baru Demi Dongkrak Perekonomian Rakyat

"Hal ini sejalan dengan berbagai pengalaman dalam mendampingi desa-desa di pesisir hingga membentuk desa wisata di Kabupaten Kupang, hingga di Wilayah Flores Kabupaten Sikka Kecamatan Talibura Desa Lewomada kita sudah sharing pengetahuan terkait tata kelola wisata berbasis masyarakat, peraturan, kewenangan desa hingga ikut bergotong royong melakukan penataan lokasi Hi’a Beach, meskipun belum terlalu maksimal dilakukan." Ujar Vinsen Bureni saat menghadiri acara launching Hi’a Beach di Desa Lewomada, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka Selasa, 27 Oktober 2020 siang.

Lanjutnya menjelaskan, “Usaha kuliner yang sedang dirintis anak Muda Lewomada dengan memanfaatkan potensi wisata Pantai Hi,a beach  sebagai pemasaran produk harus bisa optimal, apalagi mereka sudah memiliki ketrampilan dan analisa usaha pengolahan ikan”.  Ia mengatakan, “sejumlah Anak Muda Lewomada, Bengkel APPeK NTT, Plan International Indonesia, Kopernik dan Uni Eropa,  sudah melakukan Penguatan Kapasitas kepada mereka melalui pendampingan, Pelatihan Softskill, pelatihan manajemen kewirausahaan, dan Praktik Pengolahan Ikan”, 

"Karena selama ini, anak muda selalu kewalahan ketika sudah punya produk tetapi tempat untuk memasarkan produknya belum tersedia secara baik. Karena itulah kami sangat serius mendampingi anak muda berkolaboarasi dengan pemerintah Desa Lewomada untuk mewujudkan hal tersebut, sehubungan sudah launchingnya lokasi wisata Hi,a Beach, kita mendorong Pemerintah Desa Lewomada agar memastikan Sapta Pesona dijalankan. Keindahan dan keamanan  harus dijaga, hak privasi wisatawan aman, kita jangan mengganggu privasi wisatawan, pengunjung butuh keamanan, pengunjung butuh kenikmatan suasana untuk memenuhi hak privasinya. Sekali mengganggu hak privasinya maka ia akan cerita kemana-mana ketidaknyamanan yang ia alami, jika itu yang terjadi, maka para wisatawan akan beralih ke destinasi wisata lainnya. Kondisi ini tentu secara ekonomi masyarakat Hi’a Lewomada akan rugi, karena sepi para pengunjung." ujar Vinsen

Kami mengharapkan agar Pemerintah Kabupaten Sikka terus memantapkan pengetahuan kepariwisataan untuk masyarakat Desa Lewomada sehingga bisa menjadi pengelola wisata atau pemandu wisata yang baik dan profesional, Ujar Vinsen  Sementara itu, Rafael Raga selaku Pemerhati Pariwisata yang turut hadir dalam acara launchig Hi’a Beach ketika dimintai komentarnya mengungkapkan “inisiatif masyarakat Desa Lewomada, merupakan praktik otonomi desa, partisipasi warga sangat penting bahwa salah satu bukti masyarakat itu kuat dari berbagai aspek, tidak dipengaruhi resesi ekonomi saat ini, karena itu penguatan kapasitas dan kapabilitas masyarakat itu penting.” ungkapnya.

Rafael Mantan Ketua DPRD Sikka ini menjelaskan”saya yakin, jika Pemdes terus mendorong partisipasi dan swadaya masyarakat maka tempat ini bisa berkelanjutan. Untuk sementara mungkin tamu dari luar belum banyak karena belum didukung infrastruktur jalan”. Rafael yang kini menjadi Direktur Sea World Sikka, lebih lanjut mengatakan “kita bisa bekerjasama, kita buat jaringan, jika tamu sea world bisa diarahkan kesini, yang penting spot-spot disini jelas, profile jelas, kita berharap agar Pemerintah Propinsi NTT segera membuka arus transportasi kesini”. 

Terkait pameran dan pengolahan ikan anak muda, Rafael mengatakan “hal tersebut sebagai bagian dari pemberdayaan anak muda, saya berharap harus semakin banyak anak muda yang terlibat, dari pada mereka pergi merantau keluar daerah, mereka akan menghadapi masalah hukum, diskriminasi dll. Dengan memanfaatkan sumber daya alam di Desa, mereka bisa maju, apalagi sudah ada dana desa, KUR dan pinjaman Kopdit”. Selain itu, Rafael berharap, agar tanah yang menjadi lokasi Wisata Hi’a Beach harus dilegalisasi, minimal surat penyerahan hak, sehingga kelak menjadi asset desa, dengan tetap menjaga budaya lokal” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka Petrus Honing saat di temui di arena launching Wisata Hi,a Beach  mengatakan “Kami menyambut baik, sesuai kebijakan Pemerintah Kabupaten Sikka, sektor pariwisata menjadi sektor penggerak perekonomian masyarakat. Jadi Wisata banyak sekali manfaatnya yang bisa didapat”. "Yang membanggakan kami adalah inisiatif itu muncul dari masyarakat, terima kasih kepada Pemerintah Desa, Kami dari Dinas Pariwisata senantiasa untuk mendampingi dan mengembangkannya"

Petrus menambahkan, Target kita untuk Desa Lewomada, tahun 2021, kita akan dilakukannya pemetaan potensi salah satunya kita lakukan penyelaman untuk mengetahui keunikan ekosistem dasar laut yang perlu dijaga keasliannya, “terkait dengan hal ini yang perlu jadi perhatian bersama khususnya Pemerintah Desa adalah kebersihan pantai dari sampah ini erat kaitanya dengan sapta pesona, Sehingga kedepan kami prioritaskan Lewomada  sebagai Desa Wisata yang melibatkan anak muda yang punya kemauan untuk terlibat sebagai pemandu Wisata tentu akan dilatih untuk peningkatan kapasitasnya tentang penataan pariwisata di wilayah pesisir ketika ada wisatawan kita bisa mengajaknya “datanglah ke Hi’a Beach Desa Lewomada, destinasi yang menarik, masih alamiah, kaya panorama pantai, sunset yang luar biasa, jangan lupa datang dan jaga kebersihan” ungkap Petrus mempromosikan Hi’a Beach. (CENA)